Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review Xiaomi Mi 11: Dengan Snapdragon 888

Diresmikan pertama kali di penghujung tahun 2020, Xiaomi Mi 11 baru saja dikenalkan secara global 8 Februari kemarin. Smartphone ini menjadi andalan Xiaomi saat ini, tampil sebagai flagship pertama yang gunakan chipset Snapdragon 888 di dunia. Perilisannya kemarin bisa dibilang cukup ramai, kenapa?

Karena keputusan Xiaomi yang cukup unik. Di China, Xiaomi Mi 11 hadir dalam dua jenis paket penjualan; dengan dan tanpa adapter charger. Meski pada akhirnya varian global tetap hadir dengan adapter charger. Dan dengan harga ritel yang lebih mahal, tentunya.

Baca Juga: Daftar Harga Smartphone Xiaomi Terbaru Januari 2021

Hanya satu varian saja yang diperkenalkan saat ini, dengan tanda-tanda varian Pro yang bakal menyusul membawa setup kamera lebih lengkap. Lantas bagaimana dengan varian standarnya satu ini? Setelah sempat coba untuk menjajal Xiaomi Mi 11 selama beberapa waktu (thanks to K2Gadgets), berikut adalah impresi pertama kami.

Review Xiaomi Mi 11

Xiaomi Mi 11


Desain

Xiaomi Mi 11


Sejak dirilisnya Xiaomi Mi Note 10 akhir 2019 lalu, menurut kami flagship Xiaomi sudah bisa disandingkan dengan flagship merek lain secara desain dan tampilan. Begitu juga dengan Xiaomi Mi 11, yang hadir dalam dua opsi material bodi belakang; kaca frosted anti-glare bebas sidik jari, hingga vegan leather. Unit yang kami coba kebetulan punya material kulit dalam warna Lilac Purple.

Baca Juga: Cara Mematikan Wallpaper Bergulir Di Hp Xiaomi

Terasa cukup ringan di tangan, karena bobotnya tak sampai 200 gram (tepatnya di 194 gram). Relatif tipis juga di 8,56mm, sementara varian bodi kaca lebih tipis lagi di 8,06mm. Lengkungan pada sudut kiri dan kanan baik di sisi depan dan belakang, selain menambah kesan premium, juga nyaman di tangan. Apalagi varian kulit yang sangat nge-grip alias keset di permukaan telapak tangan.

Desain modul kameranya dibuat berbeda dari seri-seri sebelumnya, sedikit menonjol dengan aksen warna silver. Tonjolannya juga tidak terlalu masif dibandingkan flagship dengan sensor utama 108MP lainnya, menggunakan lapisan dari kaca satu bagian. Secara visual, sudah cukup bisa dibanggakan.

Layar

layar Xiaomi Mi 11


Untuk bagian ini, Xiaomi berikan peningkatan yang cukup signifikan. Setelah sebelumnya ‘hanya’ gunakan resolusi tertinggi di full HD+, kini Xiaomi Mi 11 sudah gunakan panel 2K AMOLED dengan refresh rate 120Hz dan touch sampling rate mencapai 480Hz. Dimensinya sendiri mencapai 6,81 inci, namun karena bezel yang relatif tipis serta bagian kiri & kanan layar sedikit melengkung, dimensinya tak terlalu besar.

Soal kualitas dan reproduksi warnanya tak perlu diragukan lagi. Xiaomi sampai mendaftarkan Mi 11 ke DisplayMate, dan mendapatkan skor A+. Skor tinggi hanya bisa didapatkan bila layar bisa tampilkan saturasi yang baik serta akurat, menandakan bila layarnya bisa digunakan utnuk keperluan edit foto maupun video profesional. Diperkuat dengan lapisan Gorilla Glass Victus.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Iklan Di Hp Xiaomi Secara Permanen

Yang sedikit mengganggu di mata kami ada pada keempat sudut layarnya. Lengkungannya cukup lebar, dan sudutnya tidak sama antara bagian atas dan bawah. Sehingga ketika menampilkan aplikasi, terlihat kurang “match” dengan aplikasi-aplikasi yang sedang dijalankan. Mungkin ini hanya nitpick pribadi kami, dan sisanya oke-oke aja, dengan empat sisi bezel yang dibuat sama tipisnya.

Kamera

camera Xiaomi Mi 11


Bukan varian “Pro”, sensor kamera yang diusung hanya tiga di bodi belakangnya, berbeda dengan seri Mi Note 10 yang sampai punya lima dengan dua sensor telefoto berbeda. Sementara di Xiaomi Mi 11, tidak ditemukan sensor telefoto sama sekali. Bakal jadi kelemahan untuk standar flagship 2021.

Baca Juga: Cara Mengembalikan Keyboard Hp Xiaomi Seperti Semula

Sensor utama di bodi belakang punya resolusi 108MP f/1.85, dilengkapi dengan OIS, dan 7 lapis lensa. Dimensi fisiknya 1/1.33”, dan mendukung teknologi pixel-binning 4-in-1. Artinya, sensor ini mampu hasilkan foto beresolusi 27MP berkualitas tinggi, lewat penggabungan empat piksel individu menjadi satu “super pixel”. Di sebelahnya, terdapat sensor ultra-wide 13MP f/2.4 123 dengan FoV 123 derajat.

Sensor ketiga berjenis telemacro, beresolusi 5MP f/2.4 dan mendukung autofokus (3 – 10cm). Jenisnya mirip dengan yang digunakan pada Poco F2 Pro—lebih mudah mengambil foto objek kecil/jarak dekat lewat jenis sensor ini dibandingkan sensor makro biasa. Tanpa sensor telefoto, tentunya zoom/pembesaran foto bakal diolah secara digital.

Namun saat kami tes, kami merasa kualitas digital zoom-nya bisa bisa dibilang mirip dengan Pixel 3. Dalam artian, tetap terlihat detail meski gunakan 2x zoom. Sepertinya Xiaomi juga menggunakan olah software, atau bantuan dari ISP Snapdragon 888 untuk tingkatkan kualitas fotonya. Sementara kamera depannya juga tak kalah bagus, beresolusi 20MP f/2.4. Berikut beberapa hasil fotonya (dan sedikit tambahan di album Google Photos).

Xiaomi Mi 11 hadir dengan MIUI 12 berbasis Android 10, dan bakal mendapat pembaruan ke MIUI 12.5 dengan Android 11 dalam waktu dekat. Kami sendiri cukup menggemari tampilan antarmuka MIUI yang kini sudah semakin matang. Tak terlihat penuh di mata, meski sejatinya fitur masih sangat banyak.

Ada beberapa fitur gimmick tambahan yang menurut kami cukup menarik di Xiaomi Mi 11. Software-nya secara otomatis dapat tingkatkan resolusi video yang sedang diputar, dan beberapa fitur lain seperti AI Image Enhancement, AI HDR Enhancement (untuk video) serta MEMC yang diklaim bisa menambah framerate video, supaya terlihat lebih halus.

Fitur-fitur tersebut bakal memakan daya lebih banyak ketika diaktifkan, memanfaatkan kekuatan dari chipset Snapdragon 888 yang powerful. Varian yang kami coba memiliki kapasitas RAM 12GB, sementara varian global hanya punya opsi 8GB saja (dengan pilihan memori internal 128/256GB). Tanpa slot kartu microSD, Xiaomi Mi 11 dilengkapi slot kartu SIM ganda.

Sensor sidik jari yang terbenam di dalam layar Mi 11 juga tak biasa. Lewat pembaruan perangkat lunak, nantinya pengguna bakal bisa mendeteksi ritme denyut jantung dengan meletakkan jarinya selama beberapa detik. Dan selain layar berkualitas, Xiaomi lengkapi panel tersebut dengan setup speaker stereo hasil kerja sama dengan Harman Kardon. Bahkan lubang audio di sisi bawah didesain seperti ritme equalizer.

Hasilnya? Salah satu speaker terbaik yang pernah ada di smartphone. Dukungan pengisian daya cepat juga tersedia. Baterai 4,600 mAh di Xiaomi Mi 11 bisa diisi hingga penuh dalam waktu sekitar 45 menit saja lewat charger 55W. Juga mendukung wireless charging 50W lewat aksesori opsional yang dijual terpisah. Yang sedikit kurang adalah absennya IP rating pada smartphone ini.

Kesimpulan

Apa yang dibawa oleh Xiaomi lewat Mi 11 tergolong sangat menarik. Visual yang tak kalah menawan dari kompetitor, kualitas layar yang sudah tak dihemat, kamera mumpuni (meski sensor tidak selengkap lainnya) dan chipset Snapdragon 888. Masih ada beberapa hal yang dipangkas, daya tahan terhadap air menjadi salah satunya.

Harga global yang mencapai Rp12 jutaan membuat Xiaomi Mi 11 mungkin agak sulit untuk direkomendasikan, karena sudah mendekati harga merek lain dengan image premium yang mungkin lebih menjanjikan, sebut saja Samsung Galaxy S21. Alangkah baiknya kalau harganya bisa sama dengan versi China, meski tanpa charger sekalipun.

Smartphone ini dipastikan bakal hadir di Indonesia, mengingat sertifikasi yang sudah muncul di situs TKDN dan lembaga Postel. Apakah bakal laku keras di pasaran? Kita nantikan saja kehadiran dan berapa harga yang dipasang oleh Xiaomi Indonesia.