Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Memperbaiki Dan Penyebab Dari Komputer Laptop Selalu Restart Sendiri

Apa sih bahwasanya aspek penyebab komputer selalu restart sendiri serta bagaimana solusinya. Berikut ini beberapa hal fundamental yang mesti anda ketahui sebagai penyebab dan cara menangani komputer yang sering restart sendiri dan yang paling kerap menjadi penyebab komputer restart adalah :

 Apa sih sebenarnya faktor penyebab komputer selalu restart sendiri serta bagaimana solusi Cara Memperbaiki Dan Penyebab Dari Komputer Laptop Selalu Restart Sendiri

Kelistrikan / Arus Listrik
Listrik yaitu hal utama yang mesti anda periksa, dalam hal ini adalah Voltase (Voltage) tegangan listrik anda. Gunakan AVO Meter untuk mengevaluasi tegangan voltase listrik anda, colokkan avo meter pada listrik dinding anda, apakah telah mencapai 220 V , bila tidak meraih tegangan 220 V atau hanya sekitar 160 – 190 V ( naik turun ).

Saya jamin komputer anda akan restart terus menerus, dalam hal ini selaku penyelesaian maka anda mesti menggunakan dukungan Stabilizer / Stavolt. Jika perlu suruh orang PLN untuk membetulkan listrik rumah anda dan marahi sekalian. [ Supply listrik yang kurang akan menjadikan komputer restart / mati dan berdampak pada kerusakan Hardware, Hard Disk, Motherboard dan Memory ]

Power Supply
Kerusakan Power Supply sedikit sekali yang memprediksi, Power Supply yang rusak akan mengalirkan listrik yang tidak sempurna adalah naik – turun dan tersendat – sendat, dikala power supply tegangan turun, komputer anda akan restart. Solusi : Cara mudah dan ampuh yaitu menggunakan fan / kipas yang memiliki lampu, perhatikan terang lampunya, jikalau terkedip – kedip segeralah ganti power supply anda.

Jika resrat saat booting windows, hal ini lebih disebabkan karena kerusakan pada system start up, istilahnya file corrupt pada windows, atau memory yang anda pakai kurang besar / rusak. Solusi : Jika rusak windows maka anda mesti instalasi ulang / meng install windows lagi. Ingat !!! seringkali hal ini juga karena memory, dikala windows restart maka CPU / Processor akan melakukan pekerjaan sungguh kencang, jika memory tidak menunjang maka akan terjadi restart.

 Apa sih sebenarnya faktor penyebab komputer selalu restart sendiri serta bagaimana solusi Cara Memperbaiki Dan Penyebab Dari Komputer Laptop Selalu Restart Sendiri

Saat anda melaksanakan aplikasi yang besarnya tidak sesuai dengan spesifikasi PC komputer anda maka akan terjadi restart, Low Memory yang umum menjadi penyebab nya. Misalkan anda main games yang besar dan anda mengerjakan Multi Tasking misalna main games dan membuka acara – program yang lainnya yang menimbulkan memory anda melakukan pekerjaan tambahan keras, tergolong anti virus, anti virus akan menyantap source komputer anda tidak mengecewakan banyak dan terkadanf komputer anda akan menjadi berat. Solusi tambah kapasitas Memory. Ingat !!! Bad Memory juga menyebabkan komputer sering Blue Screen dan restart.

Kondisi CPU / Processor Panas Over heat Processor
CPU / Processor yang terlalu panas mampu menimbulkan komputer resrat, cek suhu CPU anda pada metode BIOS, suhu wajar berkisar antara 45º – 55º , jikalau ini yang menjadi penyebabnya Solusi : Lepas CPU / Processor , bersihkan berikan Thermal Pasta / Pasta Pendingin CPU, lihat kipas / fan nya, kalo perlu ganti yang manis, jangan yang bertuliskan Made in China atau yang harganya 30 rb-an.

 Apa sih sebenarnya faktor penyebab komputer selalu restart sendiri serta bagaimana solusi Cara Memperbaiki Dan Penyebab Dari Komputer Laptop Selalu Restart Sendiri

Program Crash / Virus-Malware
Banyak acara yang memakan source komputer terlalu besar, aku sarankan sesuaikan acara yang anda install dengan spesifikasi komputer anda, Virus juga sering mengambil sumber daya komputer yang besar tanpa kita sadari, Solusi , Ganti komputer usang anda dengan komputer yang mumpuni dan pasanglah Anti virus.

Hal – hal diatas yaitu penyebab yang paling kerap menciptakan komputer anda restart, selain di atas ada juga penyebab yang lain :
01. PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan.
Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda, namun PC tidak menawarkan tandatanda kehidupan. Apa yang terjadi?
Cara mengatasinya : Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang mesti diperiksa satu per satu secara sedikit demi sedikit.

 Apa sih sebenarnya faktor penyebab komputer selalu restart sendiri serta bagaimana solusi Cara Memperbaiki Dan Penyebab Dari Komputer Laptop Selalu Restart Sendiri

Langkah 1: Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah telah terpasang dengan tepat. Mulai dari memutuskan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan dalam kondisi berfungsi dengan baik.

Langkah 2: Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan berikutnya gres pada PC Anda. Pastikan semua kabel (khususnya kabel power) dan unsur terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian menekan-nekan kembali unsur dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini disebabkan sebab konektor yang tidak terhubung dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang mampu ditemukan pada pada umumnya motherboard empat tahun belakangan ini. Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini.

Langkah 3: Ini akan cukup menyibukkan. Lakukan pengecekan perangkat utama satu persatu. Yang dimaksud ialah CPU dan motherboard. Pastikan keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak, metode tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard rusak. Terutama untuk permasalahan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB dan seterusnya). Ini juga akan mengakibatkan PC tidak akan bereaksi sama sekali.

02. Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.
Permasalahan: PC bereaksi. Terdengar suara putaran kipas, dan gejala kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain. Namun, monitor tetap gelap.

Cara mengatasinya: Fiuhh...setidaknya ini sedikit lebih baik dari persoalan nomor 1. Untuk duduk perkara ini, semestinya mengandalkan tanda yang diberikan POST BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat mendengarkan POST berupa kombinasi suara beep yang pasti tersedia pada kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard.

Lebih mudah lagi jika motherboard diikuti display BIOS POST code berbentukdua seven segment LED, yang hendak memperlihatkan arahan hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode tersebut (baik bunyi ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali lagi tidak perlu panik. Anda mampu coba membuka situs Bios Central (http://www.bioscentral.com).

Harddisk
Menyimpan berbagai dokumen, lagu-lagu kesayangan format MP3, instalasi game 3D (yang ukurannya sampai satuan gigabyte), beberapa, bahkan mengumpulkan video download berformat DivX, atau master video digital hasil transfer dari handycam. Tidaklah ajaib kalau harddisk dengan cepat sarat . Menambah harddisk pun, ternyata tidak
terlepas dari beberapa persoalan yang mungkin saja muncul.

03. Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.
Permasalahan: Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun.
Cara mengatasinya: Intinya memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar. Harddisk bukan tergolong komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun, ada beberapa langkah yang harus dipastikan telah dijalankan, ketika memasang harddisk.

Langkah 1: Pastikan harddisk sudah menerima catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini mampu saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bab depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini mampu juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.

Langkah 2: Pastikan setting master dan slave harddisk sempurna seperti yang diinginkan. Atau bila Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan memakai konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, usang dan gres Anda.

Langkah 3: Jika Anda menghendaki mempergunakan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, telah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang mau dianggap selaku master, dan konektor mana yang akan dianggap selaku slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah yakni dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave.

Langkah 4: Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, umumnya terdapat opsi untuk IDE controller. Di sini juga terdapat opsi untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami persoalan serupa, ketika ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang lazimnya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya.

04. Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.
Permasalahan: BIOS mendeteksi keberadaan harddisk. Namun tidak demikian dengan Windows, bahkan DOS.

 Apa sih sebenarnya faktor penyebab komputer selalu restart sendiri serta bagaimana solusi Cara Memperbaiki Dan Penyebab Dari Komputer Laptop Selalu Restart Sendiri

Solusi: Ini bukan persoalan besar. Yang perlu dilaksanakan yaitu membuat partisi, dan kemudian memformat harddisk baru tersebut. Karena harddisk yang gres tersebut belum terformat dalam suatu file system yang dapat diketahui Windows ataupun DOS. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan dengan harddisk baru tersebut.

Kemungkinan 1: Sekiranya Anda menghendaki menginstalasi harddisk baru tersebut dengan operating system Windows 9x, maka diharapkan sedikit wawasan dasar tentang perintah FDISK. Untuk yang satu ini, kami sungguh menyarankan untuk mempergunakan perintah yang satu ini dengan didampingi rekan Anda yang sudah terlatih.

Kemungkinan 2: Jika Anda ingin menginstalnya dengan Windows 2000/XP ataupun beberapa distro Linux modern kini ini, Anda tidak usah sakit kepala lagi berhadapan dengan perintah FDISK. Mereka menyediakan opsi pada dikala proses instalasinya. Tinggal mengikuti langkah dan opsi yang diberikan. Setidaknya akan lebih gampang dibandingkan memakai perintah FDISK untuk kebanyakan orang.

Kemungkinan 3: Jika harddisk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai harddisk komplemen untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih gampang. Misalnya selama ini Anda telah memakai operating system Windows XP. Dengan mengguna kan user yang mempunyai administrator rights Anda mampu melaksanakan hal berikut ini.

Cukup dengan masuk ke Disk Management. Salah satunya dengan cara klik kanan pada My Computer, pilih Manage.
Perhatikan kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage, pilih Disk Management. Dari sini Anda dapat menyaksikan dan mengatur harddisk gres Anda dengan lebih mudah.

Catatan: Berhati-hatilah saat menggunakan akomodasi yang tersedia pada Disk Management. Jangan hingga salah menentukan harddisk. Karena data yang di dalam harddisk ataupun partisi dapat hilang. Demikian juga saat menggunakan FDISK ataupun fungsi serupa yang tersedia pada proses instalasi operating system.

05. Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.
Permasalahan: Harddisk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS, apalagi Windows. Padahal, langkah pada tip ke 03 dan 04 sudah dilaksanakan semua.

Cara mengatasinya: Seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi yang ada, maka produk massal harddisk berukuran besar sudah tersedia di pasar. Dengan harga yang terbilang terjangkau. Inti duduk perkara ada pada penggunaan metoda LBA (Logical Block Addressing) yang dipakai. Permasalahan untuk hal di atas, biasanya disebabkan karena harddisk berskala di atas 137 GB, memakai metoda LBA 48 bit.

Untuk itu, yang pertama perlu dilaksanakan ialah menentukan apakah BIOS yang dipakai, telah mendukung LBA 48 bit. Sebagai pola di sini ialah dengan menggunakan 48-bit LBA Test Program untuk Intel Application Accelerator (http://support.mata-mata.com/support/chipse ... 009302.htm). Cukup dengan melakukan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem.

Jika ternyata BIOS belum mendukung, maka dibutuhkan update BIOS. Perhatikan readme yang tersedia pada update BIOS. Pastikan update yang akan dipakai, mampu menyelesaikan dilema kompatibilitas harddisk LBA 48 bit.

Drive Optik
Perangkat yang satu ini mungkin telah usang dijadikan andalan untuk problem storage. Berikut mungkin beberapa dilema yang mampu terjadi.

06. Software Burner Tidak Berfungsi pada Drive Optik Baru.
Permasalahan: Misalnya, Anda terpaksa mengucapkan selamat tinggal pada CDRW drive lama. Dan menggantinya dengan sebuah drive burner baru. Namun Anda baru menyadari, bahwa software burner Nero andalan, tidak mampu dipakai dengan drive baru. Mengapa demikian?

Cara mengatasinya: Pada permulaan era jaya CD-RW drive, pada umumnya paket penjualan disertai dengan software burner. Namun, kini juga banyak beredar drive optik yang tidak diikuti dengan software burner.

Perlu dikenali, lisensi yang diberikan OEM untuk paket pemasaran. Dan dikhususkan untuk produk yang dibundle. Dan Nero memiliki perlindungan, sehingga hanya mampu dimanfaatkan khusus untuk drive tersebut. Untuk terus memanfaatkannya dengan drive burner baru, cara yang paling minim ongkos adalah dengan meng-upgradenya. enggunakan Nero 6 Reloaded Upgrade Downloadable Serial Number (http://www.nero.com, seharga US$39,99). Ini lebih hemat biaya dibanding versi lengkapnya.

07. Kecepatan Write Tidak Secepat yang Dijanjikan.
Permasalahan: Spesifikasi memang tidak prospektif 100% sesuai dengan realita yang ada. Namun jikalau dibutuhkan waktu write sampai dua kali ataupun lebih waktu yang dijanjikan, tentu ada sesuatu yang salah. Apa penyebabnya?

Cara mengatasinya: Ini mungkin tidak akan terlalu banyak terasa, bahkan untuk CD-RW drive yang tercepat sekalipun. Namun, kalau sudah beralih ke DVD burner drive, perbedaannya akan sangat terasa. Bisa-bisa diperlukan waktu lebih dari 1 jam untuk menuntaskan menulis data pada media DVD berkapasitas 4,7 GB.

Yang perlu dipastikan ialah, baik harddisk ataupun drive optik yang digunakan, sudah melakukan pekerjaan pada mode Ultra DMA (Direct Memory Access).

Cara mengeceknya, pada Windows XP dengan mengamati Device Manager. Buka pada tree IDE controller. Dan lihat pada tab Advanced Setting. Perhatikan pada bab Current Transfer Mode. Periksa pada masing-masing IDE controller di mana harddisk maupun drive optic terpasang.

VGA dan Display
Keduanya memang diperuntukkan untuk memanjakan mata penggunanya. Dengan VGA yang lebih bertenaga, Anda akan mendapatkan frame rate yang lebih baik. Sedangkan dengan display yang lebih baik, Anda akan mendapatkan resolusi dan refresh rate yang tidak bikin capek mata. Namun, bukan memiliki arti keduanya bebas dari persoalan.

08. Driver Video Card Tidak Terinstalasi dengan Sempurna.
Permasalahan: Kelihatannya proses instalasi driver berlangsung sempurna. Namun sehabis metode restart, ada peringatan box error: “cli.exe Application Error. The application failed to initialize properly (0xc0000135). Click OK to terminate the application.â€

Semoga artikel ini berguna dan mampu menjadi penyelesaian dalam mennagani komputer yang mengalami hambatan senantiasa restart hidup mati terus, Selamat menjajal