Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Barang Komplementer Dan Substitusi

Perbedaan Barang Komplementer Dan Substitusi Perbedaan Barang Komplementer Dan Substitusi

Dalam goresan pena ini, Agan akan mengenali wacana perbedaan barang komplementer dan barang substitusi. Kita semua tahu bahwa seruan sebuah barang utamanya dipengaruhi oleh harganya, namun ada beberapa aspek lain yang juga dapat mempengaruhi permintaannya. Salah satu aspek tersebut yakni 'Harga Barang Terkait', dimana ungkapan 'barang terkait' mempunyai arti komplementer dan substitusi.

Dengan kata sederhana, Barang komplementer yakni barang yang saling melengkapi. Ini mempunyai arti bahwa barang-barang tersebut dipakai bersama satu sama lain, yang meningkatkan nilainya. Dengan kata lain, barang-barang tersebut tidak memiliki nilai jika dimakan sendiri.

Di sisi lain, barang substitusi yaitu barang-barang yang saling berkompetisi. Artinya barang tersebut bisa dijadikan pengganti barang lain. Hubungan yang digambarkan oleh komplementer dan substitusi tercakup dalam 'Cross Demand'.

Cross Demand atau elastisitas silang ajakan menentukan daya tanggap konsumen dalam jumlah yang diminta dari satu komoditas, jikalau harga komoditas lain yang saling terkait naik atau turun, sementara hal-hal lain tetap konstan. Tanda plus atau minus, memainkan peran penting dalam elastisitas usul lintas harga, sebab beliau memilih apakah komoditas tersebut komplementer atau substitusi.

Definisi Barang Komplementer

Perbedaan Barang Komplementer Dan Substitusi Perbedaan Barang Komplementer Dan Substitusi

Barang Komplementer didefinisikan selaku barang yang dipakai atau dikonsumsi secara berbarengan untuk memenuhi harapan tertentu. Artinya, barang-barang tersebut dibutuhkan secara tolong-menolong, untuk melayani tujuan tersebut. Misalnya, peningkatan harga komputer akan mengakibatkan penurunan usul paket software.

Jika terjadi pergeseran harga suatu komoditi tertentu, maka akan bereaksi berlawanan dengan ajakan komoditi lain yang diasosiasikan dengan komoditi primer tersebut.

Oleh alasannya adalah itu, terdapat hubungan terbalik antara harga komoditas tertentu dan permintaan barang komplementer, sementara hal-hal lain tetap konstan. Dan sebab elastisitas silang permintaan di antara keduanya negatif, kurva ajakan miring ke bawah.

Besar kecilnya elastisitas harga silang dari seruan ialah indikator seberapa kuat kedua barang tersebut saling melengkapi. Karena itu:

  • Barang dibilang komplementer lemah saat elastisitas silang di antara mereka hanya sedikit di bawah nol.
  • Barang dikatakan berpengaruh sebagai komplementer jika elastisitas silang antara barang tersebut negatif dan sungguh tinggi.

Catatan: Perlu diperhatikan fakta bahwa tidak senantiasa perlu bahwa barang yang elastisitas silang negatif bersifat komplementer sebab saat terdapat efek pendapatan yang sungguh berpengaruh dari pergeseran harga, maka elastisitas silang juga negatif.

Definisi Barang Substitusi

Perbedaan Barang Komplementer Dan Substitusi Perbedaan Barang Komplementer Dan Substitusi

Barang Substitusi, sesuai dengan namanya yaitu barang yang dipersepsikan selaku alternatif satu sama lain oleh pelanggan, yaitu dapat dipakai untuk menggantikan satu sama lain dalam konsumsi. Barang-barang tersebut memiliki kemampuan untuk memuaskan harapan manusia dengan kemudahan yang sama.

Jika kedua barang tersebut dikembangkan dengan teknologi serupa atau mengandung bahan yang serupa, mempunyai tujuan yang serupa dan harganya kurang lebih sama, maka disebut Substitusi. Dalam kasus seperti itu, kenaikan harga produk menimbulkan peningkatan kuantitas yang diminta penggantinya. Misalnya, akan ada kenaikan jumlah pemesanan tiket kereta api, jika ada kenaikan tarif tiket pesawat.

Kurva undangan silang yakni faktual untuk produk substitusi, yang berarti kurva tersebut bergerak ke arah atas yang menunjukkan bahwa kian banyak jumlah komoditas yang hendak diminta ketika ada peningkatan harga produk substitusi. Harga produk substitusi diasumsikan konstan. Oleh alasannya itu, kalau terjadi kenaikan harga sebuah komoditas tertentu, maka permintaan penggantinya akan meningkat.

Jika elastisitas harga silang ajakan konkret, ukurannya memilih seberapa dekat barang tersebut bisa disubstitusikan. Karena itu:

  • Elastisitas silang antara dua benda tidak akan terbatas kalau keduanya ialah materi pengganti yang sempurna.
  • Elastisitas silang antara dua item akan menjadi faktual dan besar bila keduanya ialah substitusi yang bersahabat.
  • Elastisitas silang antara dua item akan menjadi nyata dan kecil kalau keduanya bukan substitusi yang bersahabat.
  • Elastisitas silang antara dua item akan menjadi nol jika keduanya sama sekali tidak terkait.

Perbedaan Barang Komplementer Dan Substitusi

Poin-poin yang diberikan di bawah ini penting sejauh menyangkut perbedaan antara barang komplementer dan substitusi:

  1. Barang substitusi ialah barang yang dianggap sama oleh pelanggan, sehingga mampu dipakai selaku pengganti satu sama lain dan memperlihatkan tingkat kepuasan yang serupa. Sebaliknya, barang komplementer yakni yang dipakai oleh konsumen secara tolong-menolong dan tidak ada gunanya bila disantap sendiri.
  2. Sementara barang substitusi mempunyai usul yang kompetitif, barang komplementer mengalami usul bareng .
  3. Ketika terjadi kenaikan (penurunan) harga suatu produk terkait menimbulkan kenaikan (penurunan) kuantitas yang diminta dari produk utama, maka barang tersebut dibilang selaku barang substitusi. Makara mampu dikatakan bahwa barang substitusi mempunyai korelasi eksklusif di antara keduanya. Di segi lain, ketika penurunan (kenaikan) harga barang terkait, mengakibatkan peningkatan (penurunan) jumlah yang diminta dari produk utama, maka barang tersebut dikatakan selaku barang komplementer. Oleh sebab itu, barang komplementer mempunyai kekerabatan harga dan undangan yang terbalik.
  4. Elastisitas lintas harga undangan dalam barang substitusi yaitu faktual, alasannya adalah peningkatan harga suatu komoditas meningkatkan undangan untuk komoditas lain, dan menyebabkan kurva bergeser ke kanan. Tapi, elastisitas harga silang dari seruan kalau ada komplementer yaitu negatif. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kenaikan harga sebuah komoditas menurunkan usul untuk komoditas lain, yang mengarah ke pergeseran ke kiri.
  5. Dalam masalah produk substitusi, kurva permintaan miring ke atas, sedangkan untuk barang-barang komplementer, kurva permintaan miring ke bawah.
  6. Barang-barang substitusi, contohnya, teh dan kopi tidak tergantung satu sama lain, yakni mereka secara individu mampu menyanggupi cita-cita tertentu. Sebaliknya, barang-barang komplementer, misalnya roti dan mentega, saling bergantung satu sama lain, yang berarti bahwa barang-barang itu digunakan bareng untuk membuat puas cita-cita tertentu.

Makara, dengan pembahasan di atas, cukup jelas bahwa perubahan harga barang terkait berefek besar pada kuantitas yang diminta dari produk utama tersebut. Sementara korelasi harga dan undangan dalam barang substitusi berbanding lurus, itu berbanding terbalik dalam barang komplementer.